a story of Devi Angriani

19.17

Cerita dibawah ini based on true story..hehee.. Ini cerita one of my friends, Devi yang lebih suka dipanggil PingPing karena Devi pasaran kata-na.hahaa.. Gue sangaad excited waktu dia minta gue edit-in tulisan dia.. First, karena gue pernah mengalami hal yang sama dengan dia (saksikan kisah gue pribadi -> soon :p). Second, gue percayaa kalo kisah hidup dia bisa memberkati anak-anak muda yang mungkin terjebak dalam persahabatan yang nggak sehat dengan lawan jenis.. Gue merinding sendiri loo paZ edit-na.hahaa.. Udahh nggak perlu panjang lebar lagii..
Here it is......

Haloo, nama gue PingPing.. Gue mo share sedikit tentang apa yang gue alamin baru-baru ini dan gue berdoa supaya sharing hidup gue ini bisa memberkati setiap yang membaca..


Let’s begin the story..
Gue adalah seorang cewe yang lebih suka punya sahabat lawan jenis, ntahh mengapa menurut gue sahabatan dengan lawan jenis itu lebih asik, nggak ribet, nggak cerewet.. Mereka itu punya karakter cuek dan nggak banyak ngomong, hal-hal seperti itu membuat gue lebih nyaman membangun persahabatan dengan mereka..


Suatu hari, gue kenal dengan seorang pria, called him Mister.A.. Gue kenal dengan dia ketika gue sedang dalam keadaan sakit hati. Hati gue baru saja terluka karena seseorang pria disana.hehe. Mister.A datang dengan ‘bantuan-bantuan’ dia yang buat gue merasa nyaman dengan dia. Saat gue sedih, dia ada untuk menghibur gue, saat gue butuh semangat, dia ada untuk men-support gue. Seiring berjalannya waktu, gue mulai bisa mempercayai dia, semakin merasa nyaman dengan dia, pertemanan itu mulai naik tingkat menjadi persahabatan. Bahkan gue sudah menganggap si Mister.A ini sebagai koko gue sendiri.

Waktu-waktu gue, gue isi dengan obrolan bersama dia. Setiap hari gue cerita tentang aktivitas-aktivitas gue, tentang apa yang lagi gue rasain, apa yang gue alamin. Pokoknya setiap hari, gue pasti abisin waktu gue cuma buat ngobrol sama dia.. Tanpa gue sadari, gue mulai mem-block diri gue dari temen-temen cewe gue, bahkan dengan komunitas gue di Gereja. Yang ada di pikiran gue saat itu adalah, gue punya Mister.A and i don’t need others. Gue lebih percaya si Mister.A daripada temen-temen gue..

Temen-temen gue yang taoo tentang kedekatan gue dengan si Mister.A seringkali mengajukan beberapa pertanyaan ke gue : “Mister.A itu sapaa loe sehh dev??” then, you know what’s my answer?? “Tenang, dia cuma sahabat gue koqq, gue cuma anggep dia sodara koqq.” Tapi temen-temen gue banyak yang nasehatin supaya gue berhati-hati dengan hati gue, nggak bermain-main dengan perasaan gue. Saat itu gue hanya mengiyakan mereka. Tapi you know what apaa yang terjadi selanjutnya??



Yang terjadi adalah gue semakin merasa nyaman dengan si Mister.A (yaa itu laa kelemahan wanita, lemah di intensitas) Gue merasa wahh si Mister.A care bangeed yaa samaa gue, dia slalu bisa buat gue ketawa, koqq gue ngerasa lonely yaa kalo nggak ada diaa?? Koqq gue ngerasa ada something yang ilang yaa kalo dia nggak lagi deket sama gue??


Sampai gue dengan beraninya bilang ke Tuhan, “God, i need him, jangan sampe dia pergi dari sisi ku yaa Tuhaaan” Ketika dia ‘hilang’ dari sisi gue, mungkin karena kesibukan dia atau hal lain, yang terjadi atas diri gue adalah gue jadii down bangeed.. Gue merasa bahwa gue sangaad membutuhkan dia dan ternyata Tuhan cemburu.. Knapaa?? Karena posisi Tuhan yang seharusnya jadi tempat utama dan pertama tergantikan oleh Mister.A di hidup gue!



Dan sekarang gue sadar! Gue memakai kata ‘sahabat’ dan ‘koko angkat’ itu hanya sebagai kedok saja! Gue terlalu bersenang-senang dengan dia dan melupakan Tuhan. Tanpa gue sadari gue nggak minta Tuhan ikut campur atas persahabatan kita dan baru ingeed Tuhan waktu gue down, waktu gue sedih.. Ohh Lord, forgive me…

Waktu gue taoo tentang hal ini, gue bertobat, minta ampun sama Tuhan karena tanpa sadar sudah menggeser Dia dari tempat pertama di hidup gue!

So now, the question is..
Boleh nggak sehh kita punya sahabat dengan lawan jenis?? Boleh nggak kita sharing dengan teman lawan jenis??

Inilah jawaban yang gue dapet : 
Amsal 4 : 23 " jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan"

Amsal mencatat bahwa kita harus menjaga hati kita dengan kewaspadaan.! Boleh ajaa kita punya sahabat lawan jenis tapiiiiiiiiiiii kitaaa harus bisa jaga hati kita.. Jaga hati kita supaya persahabatan kita itu benar-benar persahabatan murni.. Persahabatan yang melibatkan Tuhan di dalamnya, persahabatan yang bisa jadi contoh buat orang lain. Itu baru persahabatan sejati di dalam Tuhan. Kalo untuk soal sharing, it’s better to share it dengan temen kita yang sejenis. Milikilah persahabatan yang lebih dalam dengan teman sejenis daripada dengan lawan jenis.

Mo taoo nggak gmana cara gue bisa lepas dari masalah gue itu??
Berada di dalam komunitas yang benar.
Awalnya gue agak menjaga jarak dengan temen-temen cewe gue di komunitas yuth gue karena gue berpikir mereka itu pasti cerewet, pasti mereka sok rohani. Itu paradigma yang salah teman. Ternyata ketika gue mau lebih membuka diri dengan mereka, gue bisa lebih terbuka akan masalah-masalah gue, lebih gampang sharing, lebih gampang untuk saling membangun. Pokoknya kita bisa lebih terbuka dehh saat kita deket sama sahabat cewe gue. It’s more fun loo friends, just try it!


Punya hubungan yang lebih intim dengan Tuhan.
Waktu gue ambil keputusan untuk menjaga hati gue, gue jadi lebih focus sama Tuhan. Gue nggak cuekin God lagi, pokoknya my heart and my life is only for HIM dehh.hehee.

Don’t worry about PH..
     Gue belajar untuk tidak khawatir dengan masa depan gue, tentang siapa ph gue, karena percaya kalo Tuhan udah sediain yang terbaik buat gue. Dia taoo apa yang gue butuhin, dan Dia taoo orang seperti apa yang sepadan dengan gue. Waktu gue taoo kebenaran ini, gue stop untuk bermain-main dengan perasaan gue sendiri.
      
      Put God in the First Place.
"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu", Matius 6:33

Gue terlalu percaya waktu gue mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya dulu, segala sesuatu akan ditambahkan Tuhan. Gue menaruh Tuhan di tempat utama dan pertama dalam hidup gue. Gue menyerahkan hidup gue ke tangan Dia, karena gue taoo dia lebih mengenal hidup gue daripada gue mengenal hidup gue. 

 
Okeh moga” pengalaman gw ini bisa memberkati kalian..Gbu..^__^



it's devi enn me..hohoo..

You Might Also Like

4 komentar

  1. weits i like this posting a lot!!! Pingin gue share2 ke anak2 youth digreja gue biar bacaaaaaa!!! HAEUhaUEhauEhuaEHuahe Mungkin one day I will copy paste this ya in my blog :)

    BalasHapus
  2. hahahaha cici i love the way you laugh..hahaha.. sungguh uniiikkk.hahaha.. iyaa ciii makasiih yaa for the sharing !^^

    BalasHapus

pliss give your comments to encourage me :)

Subscribe